Kota Langsa, harianradar.com – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar Shalat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M di Lapangan Merdeka Kota Langsa Sabtu, (21/3/2026), yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE bersama Wakil Walikota Muhammad Haikal Alfisyahrin ST melaksanakan Shalat Idul Fitri berjamaah bersama unsur Forkopimda dan ribuan masyarakat. Keduanya tampak berada di shaf terdepan berbaur langsung dengan masyarakat dalam suasana hari kemenangan.
Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Tgk. H. Nasruddin M.Pd sebagai imam sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Muhammad Basir S.Pd.I.
Dalam sambutannya, Walikota Langsa mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada kesucian mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan.
“Alhamdulillah ini adalah hari kemenangan bagi kita semua setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Momentum ini hendaknya kita maknai untuk kembali fitri serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Walikota Langsa juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas penanganan pascabencana banjir November 2025 yang dinilai belum maksimal.
“Di momentum Lebaran ini, kami atas nama Pemerintah Kota Langsa dan pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Langsa atas penanganan yang belum maksimal pascabencana banjir November 2025 lalu,” ucapnya.
Ia mengakui terdapat sejumlah keterbatasan dalam penanganan bencana saat itu di antaranya keterbatasan sarana dan prasarana termasuk armada tanggap darurat yang masih terbatas.
“Ke depan kita akan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah armada penanggulangan bencana serta menyediakan alat komunikasi (HT) di setiap gampong guna memperkuat koordinasi di lapangan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Walikota menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Salah satu langkah strategis yang telah diinstruksikan adalah pengadaan minimal satu unit perahu karet di setiap gampong sebagai bentuk kesiapan mandiri dalam menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari BPBD Dinas Sosial hingga aparatur gampong telah bekerja secara maksimal dalam proses pendataan dan penanganan masyarakat terdampak.
Pemko Langsa menegaskan bahwa keterlambatan penyaluran bantuan bukan disebabkan oleh unsur kesengajaan melainkan karena adanya ketentuan dan petunjuk teknis yang harus dipatuhi serta proses verifikasi data yang dilakukan secara cermat akurat dan akuntabel guna memastikan bantuan tepat sasaran serta masih ada tahapan selanjutnya. (*)