Menu MBG Ramadhan di SPPG Anzelna Ghaniya Asyari Dikeluhkan, Buah Busuk dan Porsi Minim Jadi Sorotan

Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadhan yang disalurkan melalui SPPG Anzelna Ghaniya Asyari, Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan dari wali murid.

Menu berbuka puasa yang diterima siswa disebut jauh dari kata layak. Dalam paket tersebut, siswa hanya menerima menu keringan dengan porsi sangat minim, bahkan ditemukan buah dalam kondisi kurang segar atau busuk.

Keluhan tersebut mencuat setelah sebuah video beredar di tengah masyarakat. Dalam video itu, seorang wali murid menyampaikan kekecewaannya dengan nada heran, “MBG apa ini kok cuma ini, pas berapa ribu ini?”

Pernyataan itu menggambarkan rasa kecewa terhadap kualitas dan kuantitas menu yang diterima siswa selama bulan Ramadhan. Seharusnya, program MBG dirancang untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah, terlebih saat menjalankan ibadah puasa.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar di seluruh Indonesia. Harapannya, kebutuhan nutrisi siswa tetap terpenuhi demi mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar mereka.

Namun kondisi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya. Menu yang dinilai tidak sesuai standar memicu dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan program.

Bahkan, muncul kekhawatiran dari sebagian masyarakat bahwa program ini hanya dijadikan ajang pekerjaan semata, tanpa memperhatikan kualitas, dan di duga menjadi ajang korupsi para SPPG yang mempunyai dapur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Anzelna Ghaniya Asyari, Alfin Hidayatullah, S.Sos menyampaikan klarifikasi. Ia mengatakan, “ngak mas buah yang busuk sudah saya pisah serta kami sudah sortir.”

Namun ketika kembali disinggung dengan adanya video buah busuk yang beredar dan dikirim, ia justru menyampaikan, “kita rundingan dulu bersama dan ngopi-ngopi mas.”

Ironisnya, di tengah niat baik pemerintah untuk memperbaiki gizi generasi muda, masih ditemukan hal-hal yang tidak sesuai harapan masyarakat.

Wali murid berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di SPPG Anzelna Ghaniya Asyari, agar tujuan utama program benar-benar tercapai dan tidak mencederai kepercayaan publik.

“Masyarakat pun meminta pihak terkait segera melakukan klarifikasi serta pengawasan ketat, sehingga program yang seharusnya membantu justru tidak menimbulkan polemik baru.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *