Satset Bela Wong Cilik, Ning Lia: Gus Ipul Teladan Pemimpin Responsif, Santri Harus Berani Menyusul

KOTA PASURUAN – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menghadirkan pesan kuat tentang kepemimpinan responsif di hadapan ratusan santri saat Haflah Imtihan dan wisuda di Roudlotul Ulum, Wirogunan, Selasa (17/2).

Di sela suasana meriah dan penuh keceriaan, Ning Lia—sapaan akrabnya—membagikan kisah nyata tentang sosok mantan Wali Kota Pasuruan yang kini menjabat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul.

Menurut Lia, pengalaman pribadinya berinteraksi dengan Gus Ipul menjadi bukti bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang sigap merespons persoalan masyarakat kecil.

“Kalau kita mengadukan persoalan masyarakat tidak mampu kepada Gus Ipul, beliau langsung satset—cepat menjawab, cepat menindaklanjuti, dan langsung menyelesaikan,” tegasnya di hadapan para santri dan wali murid.
Bagi Lia, keteladanan Gus Ipul menunjukkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Ia menilai, pemimpin yang baik bukan hanya pandai merumuskan program, tetapi juga tanggap, hadir, dan memberi solusi nyata.

“Itulah pemimpin ideal. Dekat dengan rakyat, cepat bergerak, dan tidak menunda-nunda membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam momentum wisuda tersebut, Lia mengajak para santri untuk tidak ragu bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa anak-anak pesantren memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa, bahkan menduduki jabatan strategis di tingkat nasional.

“Santri juga bisa jadi menteri, bisa jadi wali kota, bisa jadi pemimpin bangsa. Yang penting terus belajar, jaga akhlak, dan punya kepedulian pada masyarakat,” pesannya.

Ia berharap, nilai-nilai kepedulian sosial dan kecepatan bertindak seperti yang dicontohkan Gus Ipul dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda pesantren.
Menurut Lia, pendidikan berbasis pesantren seperti di Roudlotul Ulum memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepekaan sosial.

Melalui lingkungan pendidikan yang memadukan ilmu agama dan akademik, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Dari Wirogunan ini, insyaAllah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang satset membantu rakyat dan membawa keberkahan bagi bangsa,” pungkasnya.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *