Pasuruan Kota — Haflah Imtihan yang digelar di lingkungan pendidikan Yayasan Roudlotul Ulum, Jalan Cempaka, Kelurahan Wirogunan. Di tengah para santri, wali murid, serta tokoh masyarakat yang hadir, Anggota DPD RI Lia Istifhama menghadirkan energi motivasi tentang pentingnya pendidikan unggul sebagai jalan membangun masa depan generasi Qurani.
Kehadiran Ning Lia sapaan akrabnya tidak sekadar menjadi tamu kehormatan, tetapi juga sahabat bagi para santri dan orang tua yang menaruh harapan besar pada pendidikan berbasis nilai keislaman.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Pasuruan H.M. Nawawi, Lurah Wirogunan Giguk Aryono, jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah RA, MI, Madin Roudlotul Ulum, serta para wali santri.
Dalam sambutannya, Ning Lia menuturkan pengalaman pribadinya saat masih menjadi mahasiswa dan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an. Pengalaman itu, menurutnya, membentuk kedekatan emosional dengan dunia pendidikan keagamaan serta memahami proses panjang mendidik anak dengan penuh kesabaran dan cinta.
“Bahwa peran DPD RI adalah mewakili kepentingan daerah, sehingga aspirasi masyarakat termasuk pendidikan menjadi prioritas utama yang harus diperjuangkan,” tutur Ning Lia, pada Selasa (17/02/2026).
Di hadapan para wali santri, Ning Lia mengajak untuk terus mendoakan dan mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan. Kesuksesan itu, menurutnya, memiliki banyak wajah: menjadi pemimpin daerah, akademisi, hingga tokoh masyarakat yang memberi manfaat bagi lingkungan.
Harapan tersebut disampaikan dengan bahasa yang hangat dan membumi, menumbuhkan keyakinan bahwa anak-anak dari lingkungan pesantren dan madrasah memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa.
Ning Lia juga menghadirkan kisah inspiratif tentang sosok Menteri Sosial yang memiliki kedekatan dengan Kota Pasuruan. Ia menuturkan bagaimana respons cepat seorang menteri terhadap persoalan masyarakat menjadi bukti bahwa anak daerah mampu hadir di panggung nasional.
Dari kisah itu, ia mengajak para santri untuk berani bermimpi besar. Menurutnya, tidak ada yang mustahil bagi anak-anak yang tekun belajar, menjaga akhlak, dan mendapatkan doa dari orang tua.
Suasana semakin hidup ketika ia berinteraksi langsung dengan para santri, mengapresiasi semangat mereka dalam menempuh pendidikan. Momen tersebut menjadi simbol kedekatan antara wakil rakyat dan generasi muda yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan.
Program sekolah unggulan yang berkembang di Wirogunan disebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan kualitas pendidikan yang semakin kompetitif. Lingkungan pendidikan berbasis nilai keagamaan dan akademik diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas.
Bagi Ning Lia, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan wajah Kota Pasuruan di masa depan.