Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Gerakan Rakyat Peduli Pesanggrahan (GRPP) Gelar Audensi Lengserkan Kades Pesanggrahan

Foto: Ratusan Warga Kwayar Gelar Audensi Lengserkan Kades Pesanggrahan
Foto: Ratusan Warga Kwayar Gelar Audensi Lengserkan Kades Pesanggrahan

Bangkalan – Ratusan warga Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Bangkalam Madura, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kecamatan Kwanyar, Kamis (12/02/2026).

Massa mendesak Kepala Desa (Kades) Pesanggrahan, Achmad Sudaryanto lengser dari jabatannya. Warga menduga Kades terlibat dalam kasus penyelewengan Anggaran, Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Desa Pesanggrahan, mulai pagi membentangkan sejumlah spanduk serta poster kecaman.

Sejumlah spanduk dan poster kecaman diantaranya bertuliskan, Turunkan Kades Korup, Jangan Bodohi Kami, ADD Untuk Rakyat Bukan Untuk Kau sikat, Bun Rontak Layak di Rujak, Kades Hadir Saat ADD Cair, dan lain-lainnya.

Koordinator Aksi, Muafi menyebut ada 12 poin tuntutan warga dalam aksi demo itu. Tanah Percaton yang banyak di gadaikan, Bangunan di bibir pantai yang semakin padat dan di perjual belikan, Absensi kehadiran Kades yang sering kosong di kantor Balai desa RT / RW yang tidak di gaji selama 4 tahun.

“Suka duka masyarakat, Kepala Desa tidak pernah hadir Polindes dengan anggaran besar, namun tidak layak huni. Anggaran Dana Desa yang tidak tepat sasaran (Tidak Ada Wujudnya) Musrembangdes tidak pernah melibatkan masyarakat setempat,” kata Koordinator Aksi, Muafi.

Menurut Koordinator Aksi, dana desa itu, seharusnya digunakan untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Tapi faktanya, banyak program tidak berjalan, tidak ada pembangunan dan kegiatan pemberdayaan mandek (macet),” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Muafi warga juga menuding pemerintah desa minim transparansi dalam pelaporan seluruh penggunaan keuangan desa.

Senada dengan Muafi, salah satu peserta aksi mengatakan, Hal ini, lantaran Musyawarah Desa (Musdes) dianggap hanya formalitas tanpa adanya peran masyarakat.

“Kami tidak ingin desa ini semakin terpuruk. Kalau Kades tidak mundur, aksi akan kami lanjutkan dengan massa lebih besar,” tandas salah seorang peserta aksi dibarengi teriakan semangat warga dengan yel-yel mendesak Kades agar segera mundur.

Aksi berjalan kondusif dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian Polres Bangkalan, Polsek dan Koramil Kwanyar. Perwakilan warga kemudian diterima pihak kecamatan untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam forum mediasi itu, Kades Pesanggrahan Tidak hadir dalam aksi demo tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *