Surabaya – Upaya peningkatan kualitas pendidikan Jawa Timur kembali menunjukkan progres signifikan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengadakan pertemuan resmi dengan Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, di kantor Ministry of Education Singapore pada Rabu (12/11).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya dalam mengembangkan pendekatan pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis, termasuk penguatan program school matching antara sekolah-sekolah di Jawa Timur dan Singapura. Sinergi ini diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, budaya belajar, hingga kolaborasi guru maupun siswa secara langsung.
Fokus pembahasan juga mencakup pengembangan program STEM dan peningkatan literasi digital. Melalui kerja sama ini, Jawa Timur menargetkan peningkatan kompetensi siswa dan guru agar lebih siap menghadapi tantangan teknologi dan tuntutan dunia kerja global.
Khofifah menyampaikan bahwa pendidikan harus terus bergerak maju seiring transformasi digital. Menurutnya, kerja sama internasional seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk mempercepat peningkatan mutu pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara merupakan investasi penting bagi masa depan peserta didik Jawa Timur. Dengan terbukanya akses ke metode pembelajaran modern, diharapkan sekolah-sekolah di seluruh wilayah dapat berkembang lebih progresif dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas perluasan implementasi project-based learning, sebuah metode pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat proses belajar melalui proyek nyata.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan analisis, serta kerja sama tim. Dengan dukungan Singapura, penerapan model ini diharapkan berjalan lebih optimal dan menyeluruh, baik untuk siswa maupun pelatihan guru.
Sinergi yang terus diperkuat ini merupakan bagian dari visi besar Jawa Timur untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas global namun tetap relevan dengan kebutuhan daerah. Pemerintah Provinsi optimistis kolaborasi dengan Singapura akan membuka banyak peluang baru, termasuk dalam penyusunan kurikulum adaptif, pertukaran pendidik, hingga pemanfaatan teknologi mutakhir.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen Jawa Timur dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang inovatif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.