KKN INSYA Tanam Jahe Merah di Bangkalan, Dukung Ketahanan Pangan Hingga Jamu Tradisional

Bangkalan — Jahe merah kini tidak hanya hadir di segelas wedang hangat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memperkuat ketahanan pangan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (INSYA) menanam jahe merah di Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, sebagai langkah strategis mengembangkan pertanian herbal sekaligus melestarikan jamu tradisional. Minggu, 21/9/2025.

Mahasiswa dari tiga program studi Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam, dan Pendidikan Bahasa Arab terjun langsung bersama warga untuk menanam bibit jahe merah di lahan yang sudah dipersiapkan. Tidak sekadar menanam, mereka juga memberikan pelatihan mulai dari pemilihan bibit unggul, media tanam, hingga teknik perawatan agar hasil panen lebih optimal.

Jahe merah dikenal kaya senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang memberi rasa pedas khas sekaligus berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, kandungan minyak atsiri, vitamin C, serta mineral penting di dalamnya menjadikan jahe merah tanaman unggulan untuk kesehatan. Dari menjaga stamina hingga memperkuat daya tahan tubuh, tanaman herbal ini juga potensial diolah menjadi produk jamu dan minuman kesehatan bernilai jual.

Koordinator KKN INSYA, Solahuddin, menyebut program ini bukan hanya soal bertani, melainkan juga soal pemberdayaan ekonomi.

“Jahe merah memiliki potensi besar sebagai tanaman obat sekaligus komoditas ekonomi. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan keluarga dan mengembangkan produk turunan seperti jamu atau minuman kesehatan,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat pun terlihat nyata. Warga ikut serta dalam proses penanaman dan bahkan menyatakan minat menjadikan jahe merah sebagai tanaman unggulan desa.

Kepala Desa Togubang, Rohim, memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif mahasiswa.

“Penanaman jahe merah bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Kami berharap program ini terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang,” katanya.

Program KKN ini menghadirkan nuansa baru dalam kehidupan masyarakat desa. Selain membuka ruang inovasi pangan berbasis tanaman herbal, langkah ini juga menjaga tradisi jamu nusantara agar tetap relevan di era modern.

Dengan antusiasme warga, program jahe merah ini diharapkan menjadi fondasi ekonomi lokal sekaligus simbol pelestarian warisan budaya bangsa yang sehat dan berkelanjutan.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *