Surabaya – Proyek pembangunan jalan paving baru Lebar 5 m dan pemasangan saluran U-ditch 40/60 di Jalan Wiguna GG I, Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar kota Surabaya, menjadi polemik warga, buruknya kualitas pemasangan yang tidak rata menyebabkan naik turunnya U-ditch.
Ketidak sesuaian ini, mungkin dari para pekerja tidak mengikuti standar pemasangan yang benar, sehingga menyebabkan U-ditch terpasang naik turun dan berbelok seperti ular
Dari pantauan dan investigasi awakmedia saat dilokasi, penyebab naik turun U-ditch, karena kurangnya pengawasan ketat, dan terlihat para pekerja tidak mau mengikuti standar etos kerja menarik benang, Sabtu (23/08).
Tak hanya itu, dari papan nama saja juga ada kejanggalan, yang seharusnya memberi ruang keterbukaan publik malah ada yang ditutupi, terutama kurangnya kelengkapan seperti informasi Nama CV/PT Kontraktor Pelaksana, Nama Konsultan Pengawas, Nilai Anggaran dan batas waktu pekerjaan supaya masyarakat tau.
Senada dengan Aji salah satu warga mengatakan, jika masalah naik turun U-dith dibiarkan, pastinya kedepannya dapat menimbulkan penyumbatan saluran air karena posisi kemiringan yang tidak tepat dari hulu ke hilir.
“Adanya kesalahan pemasangan ini, sangat fatal dan merugikan warga yang terdampak secara signifikan dimasa akan datang, karena kualitas pemasangan yang buruk dapat menyebabkan ketidakpuasan pelanggan serta keluhan air tidak bisa mengalir dari hulu ke hilir yang berdampak banjir,” kata Aji.
Dengan hasil yang buruk ini, ia yakin akan berdampak juga pada reputasi kontraktor atau perusahaan akan menjadi buruk. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan yang ketat dan berkelanjutan untuk memastikan kualitas, efisiensi dalam proyek pemasangan U-ditch yang baik dan memuaskan.
Selanjutnya, warga sampai berasumsi, Memangnya ada permainan apa? Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas dengan Dinas Sumber Daya Air Dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, dengan membiarkan pekerjaan tersebut sampai menutup mata dan telinga.
“Kami sangatlah berharap adanya dinas terkait yang mau terjun ke lokasi, dan akan kami laporkan permasalahan ini untuk segera ditindaklanjuti dan dielevasi jalan saluran air yang naik turun, supaya saluran air bisa lancar dan tidak ada hambatan, agar tidak terjadi banjir saat musim hujan,” terangnya. (RED)
