Indeks

Seorang Oknum Datok Penghulu Desa Menasah Mesjid Kabupaten Aceh Tamiang Diduga Mempersulit Warga Terkait Pengurusan Surat Tanah

Keterangan Foto: Ilustrasi Oknum Perangkat Desa
Keterangan Foto: Ilustrasi Oknum Perangkat Desa

 

Aceh Tamiang, harianradar.com – Seorang oknum Datok Penghulu Desa Menasah Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang diduga mempersulit seorang warga yang bernama Mahdi yang beralamat di Desa Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa dalam pengurusan surat tanah miliknya yang terletak di desa tersebut, Kamis ( 22/5/2025) sekitar pukul 11.00 Wib.

Menurut Mahdi sangat kecewa dengan sikap dan pelayanan Datok Penghulu tersebut yang diduga mempersulit dan tidak mau menandatangani surat tanah miliknya. Padahal, Datok Penghulu  tersebut pernah memerintahkan Sekretaris Desa untuk mengukur tanah itu dan ukurannya sesuai dengan surat.

“Namun anehnya Datok Penghulu tidak mau menandatangani surat tanah tersebut dengan berbagai alasan yang di buat-buat,” kata Mahdi kepada harianradar (22/05).

Tak hanya itu, Datok Penghulu malah menyuruh Mahdi untuk koordinasi ke Kecamatan, setelah itu pihak Kecamatan memberikan penjelasan pada prinsipnya kecamatan tidak keberatan selama surat sporadik yang di keluarkan dari Datok Penghulu ada.

Sementara, Menurut Sekretaris Desa  yang di jumpai Mahdi di rumahnya menanyakan kenapa Datok Penghulu susah sekali di jumpai dan menolak untuk bertemu walau di telefon pun tidak mau di angkat dengan nomor 0852XXXX XXXX. Sekretaris Datok pun berkata “Kami saja susah sekali untuk diangkat kalau kami telefon”.

Perlu diketahui, Datok Penghulu atau Kepala Desa yang mempersulit warganya membuat surat tanah sering terjadi dan menjadi sumber masalah bagi masyarakat, hal ini di sebabkan beberapa faktor seperti penyalahgunaan wewenang, kurangnya pemahaman hukum, intervensi pihak lain atau bahkan adanya kepentingan pribadi Datok Penghulu atau oknum terkait.

“Seharusnya, Praktik-praktik seperti ini jangan ada lagi di zaman sekarang yang sangat merugikan masyarakat dan rakyat kecil,” ucap Mahdi.

 

Reporter: Andi (Kaperwil Nusantara)

Exit mobile version