Surabaya – Subdit lll Jatanras Polda Jatim membongkar komplotan bandit jalanan antarkota yang sudah 29 kali beraksi, dengan menyasar perempuan.
Komplotan ini berjumlah empat orang dari Surabaya dan Sidoarjo, masing-masing berinisial AK (45), warga Wonoayu; MA (41), warga Bubutan; ES (32) warga Taman, dan TN (27) warga, Jambangan, yang tinggal di Kesamben, Jombang.
“Komplotan ini cukup lama kami kejar. Mereka beraksi sejak Tahun 2022 hingga sekarang. Korbannya kebanyakan ibu-ibu atau wanita paruh baya hingga nenek-nenek yang sedang menyapu di halaman rumah, atau berdiri di depan rumah,” jelas Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, Senin (26/2/2024).
Totok menerangkan, terungkapnya kasus ini berawal dari banyaknya laporan yang masuk, hingga yang belum lama ini viral di media sosial, seorang nenek asal Driyorejo, Gresik menjadi korban jambret dari komplotan ini.
Atas laporan itulah, Totok kemudian menerjunkan Tim Jatanras yang dipimpin Kasubdit AKBP Arbaridi Jumhur, hingga kemudian para tersangka dapat digulung.
“Sampai saat ini ada enam peristiwa yang masih kami dalami. Di wilayah Sidoarjo ada dua TKP, kemudian Gresik ada satu TKP, Pasuruan satu TKP dan Jember dua TKP,” papar Totok.
Untuk modusnya, komplotan ini selalu berpura-pura menanyakan alamat kepada target. Setelah korban lengah, mereka merampas barang berharga yang dibawa korban, mulai dari kalung emas hingga handphone.
Bahkan, komplotan ini tak segan-segan melukai korbannya dengan tendangan dan pukulan hingga korban tersungkur.
“Mereka ini terbilang sadis dan sangat meresahkan. Yang baru-baru ini, ada seorang nenek yang menjadi korban itu ditendang sampai tersungkur, saat menarik kalung emas di leher korban. Dan itu terekam CCTV kemudian viral,” papar Totok.
Sedangkan dalam beraksi, Totok menyebut bahwa komplotan ini selalu berbagi peran. Dari yang merampas hingga sebagai joki motor.
“Mereka ini terkoordinir. Tersangka AK berperan sebagai eksekutor. Untuk MA, ES dan TN sebagai joki motor atau yang membonceng AK. Namun yang tersangka TN lebih dulu ditangkap, dan kini sedang menjalani hukuman di Polres Jombang,” ungkap dia.
“Nah, kalau untuk bagian joki, ada spesialis wilayah juga. Tersangka MA merupakan joki di wilayah Sidoarjo, Pasuruan dan Gresik. Kalau SE spesialis joki di kawasan Jember,” tambah Totok.
Dia melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan, rupanya ketiga tersangka, MK, MA dan ES merupakan residivis atas kasus yang sama.
“Tersangka AK, si eksekutor ini sudah dua kali divonis dengan kasus yang sama dan keluar Tahun 2021 lalu. Kemudian setelah keluar melakukan aksinya kembali bersama temannya ini. Sebelumnya temannya juga pernah masuk, ditahan, dan makin menjadi-jadi,” tandasnya.
Sementara Sumaiyah (73), yang didampingi anaknya, Sukendah, Kepala Desa Driyorejo, Gresik mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Jatim beserta jajaran yang telah berhasil menangkap para bandit yang tega menjambret ibunya di halaman rumah.
“Semoga tersangka dihukum yang seberat-beratnya, karena mohon maaf ini korbannya sudah lansia, ibu saya,” ungkapnya.
“Saya benar-benar terharu, apalagi ini menyangkut orangtua saya. Kebetulan saya juga selaku kepala desa, pasti saya gembor-gemborkan, saya sosialisasikan, biar pelaku-pelaku yang kayak begitu bisa jera. Dan bahwasannya kepolisian ini tidak tinggal diam. Kalau ada laporan pasti ditangani dengan sungguh-sungguh,” pungkas Sukendah.