Indeks

Serunya Warga Tionghoa Serbu Pernak-pernik Imlek di Surabaya

Sujani, pemilik aksesoris pernik Tionghoa di Mall Pasar Atom Surabaya (foto: samsul)
Sujani, pemilik aksesoris pernik Tionghoa di Mall Pasar Atom Surabaya (foto: samsul)

Surabaya – Jelang Tahun Baru Imlek, dimana tahun ini, Perayaan Imlek 2024 akan jatuh pada tahun Naga Kayu. masyarakat Tionghoa kota Surabaya, berbondong-bondong mendatangi aksesoris untuk mempersiapkan perayaan.

Seperti pantauan wartawan harianradar.com, di Mall Pasar Atom Surabaya, tradisi, atau sekadar mendekorasi rumah dengan barang-barang unik lampion, pohon sakura serta aksesoris berbentuk naga khas perayaan Imlek paling lengkap bisa masyarakat dapatkan di Sentosa Florist Mall Pasar Atom Surabaya.

Perlu diketahui, tahun baru Imlek yang jatuh pada Sabtu 10 Februari 2024 mendatang merupakan perayaan untuk menyambut pergantian tahun di kalender Cina.

Tentunya masyarakat Tionghoa percaya, Imlek adalah titik permulaan awal dalam menentukan nasib dan kehidupan di tahun Naga kayu yang akan datang.

Selayaknya dalam merayakan acara besar, banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum Imlek tiba. Maka dari itu, segala sesuatunya perlu dipersiapkan dengan maksimal.

Tak perlu khawatir untuk kebutuhan pernak pernik Imlek bagi masyarakat Kota Surabaya, seperti pohon Sakura buatan khas asli Indonesia, dengan mengunakan bahan dari pohon jambu serta rantingnya terbuat dari teh saat ini diburu pembeli.

“Dalam beberapa hari ini penjualan pernak-pernik Imlek seperti banyak yang diburu oleh kalangan masyarakat Tionghoa amplop dengan bergambar naga,” tutur Sujani, pada Rabu (24/01/2024) pemilik aksesoris pernik Tionghoa di Mall Pasar Atom Surabaya.

Selain itu, Sujani mengatakan, Imlek Naga Kayu diprediksi menjadi tahun yang baik, peluang baru dan menciptakan nilai atau keunggulan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ia mengatakan, pada pergantian tahun tersebut masyarakat keturunan juga akan berdoa untuk memohon keselamatan maupun perlindungan dari Tuhan, karena itu mereka juga membeli berbagai kebutuhan untuk doa seperti lilin dan ’hioswa’.

“Masyarakat keturunan biasanya memanjatkan doa saat pergantian tahun baik di kelenteng maupun rumah. Saat berdoa biasanya mereka menggunakan lilin dan ’hioswa’,” pungkasnya.

Exit mobile version