Bangkalan – Perselisihan sesama pelajar yang terjadi di SMAN 1 Bangkalan, Kabupaten Bangkalan menghebohkan suasana kelas menjadi ricuh. Pasalnya kejadiannya selama jam sekolah dan seharusnya tidak patut dilakukan oleh anak didik, apalagi pelajar SMA, Senin, (02/09/2023).
Diketahui, pelaku dan korban berujung penganiayaan yang merupakan sesama siswa SMAN 1 Bangkalan. Aksi pemukulan itu terjadi di didalam kelas. yang mana kejadian tersebut masih jam istirahat (Korban dalam posisi makan siang) dan tepat hari Jum’at, (29/08/2023).
Dengan kejadian ini ayah korban bernama Sagitarius melihat anaknya luka – luka hingga berdarah langsung membawa anaknya inisial R untuk di visum dan memastikan bahwa itu tidak hanya dipukul satu kali.
Sagitarius ayah korban memberikan keterangan kepada media Harianradar.com kalau sudah dilakukan mediasi disekolah SMAN 1 Bangkalan. “Saya tidak dendam mas, saya sudah memaafkan, namun untuk masalah proses hukumnya harus tetap berjalan mas, karena setelah divisum ternyata sudah masuk dalam katagori penganiayaan,” terangnya.
Ia menjelaskan dalam hasil visum korban memang ada bekas cambakan, cakaran dan pukulan.” Ironisnya setalah saya dimediasi malah dikasih buku panduan akademik oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkalan,” katanya.
Kata Sagitarius, saat membaca dalam isi buku panduan itu berbunyi bila sudah melakukan intimidasi atau penganiayaan itu poinnya jelas sudah masuk point 300. “Dalam hal ini akan dipanggil orang tuanya dan akan dikembalikan kepada orangtuanya dan lebih tepat sangsinya dikeluarkan dari sekolah,” imbuhnya.
Namun dalam mediasi ini pihak sekolah sangat disayangkan hanya akan memberikan bimbingan dan pengarahan agar tidak terjadi hal seperti ini lagi. “Saya bisa mengambil kesimpulan adaya buku panduan dan peraturan ini tidak sesuai dan indikasi kepala sekolah melanggar peraturannya sendiri,” terangnya.
Menurutnya, permasalahannya tidak begitu fatal hanya saja korban R tidak mau berteman (tidak begitu dekat) dengan Pelaku S. “Karena tidak mau berteman lalu menganiaya anak saya hingga terjadi penganiayaan hingga berdarah dan babak belur dan terdapat bekas cakaran,” tambahnya.
Dengan ini sebagai orangtua meminta adanya kejadian yang saat ini memang lagi viral terkait, Bullying dan Penganiayaan Siswa, seharusnya pihak sekolah agar memberikan suatu tindakan untuk memberikan suatu efek jerra dan tidak akan ada kejadian hal semacam itu lagi.
“Dalam permasalahan ini saya akan terus menggali informasi kepada Sekolah SMAN 1 Bangkalan dan DPRD Komisi D untuk memberikan info yang akurat dan aktual dan kami akan terus mengawal permasalahan hingga ke akar-akarnya,” ungkapnya.
