Surabaya—Ekstrakurikuler Al-Banjari adalah kegiatan ekstrakurikuler yang mengutamakan pembelajaran dan pengembangan seni musik Islam, khususnya dalam genre musik tradisional Banjari. Banjari adalah musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan, Indonesia, dan sering digunakan sebagai pengiring dalam acara-acara keagamaan.
SMP Negeri 9 Surabaya memfasilitasi siswa-siswi untuk megembangkan bakatnya dengan Ekstrakurikuler Al-Banjari bertujuan untuk memperkenalkan, mempelajari, dan melestarikan seni musik Banjari sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam musik Islam serta meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama.
Menurut Bagus selaku Guru pembina, Dalam ekstrakurikuler Al-Banjari, siswa akan belajar berbagai instrumen musik yang digunakan dalam musik Banjari, seperti rebana, gambus, gendang, seruling, dan lain-lain. Mereka akan diajarkan teknik dasar memainkan instrumen tersebut, pola-pola ritme khas musik Banjari, serta pengenalan melodi-melodi tradisional.
“Selain itu, siswa juga akan diajarkan tentang pentingnya tajwid dalam membaca dan melantunkan syair-syair religius yang biasanya digunakan dalam musik Banjari. Mereka akan mempelajari makna dan pesan yang terkandung dalam syair-syair tersebut, serta belajar menyampaikannya dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan,” ucap Bagus, Sabtu (29/07/2023).
Ia mengatakan, Kegiatan ekstrakurikuler Al-Banjari biasanya mencakup latihan rutin, baik secara individu maupun kelompok, untuk memperbaiki keterampilan bermain instrumen dan menyanyikan lagu-lagu religius. Selain itu, siswa juga akan diberikan kesempatan untuk tampil di berbagai acara sekolah, seperti peringatan hari besar Islam, pentas seni, dan kegiatan keagamaan lainnya.
“Melalui ekstrakurikuler Al-Banjari, siswa akan mengembangkan keterampilan musik mereka, belajar bekerja sama dalam kelompok, dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai agama. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan mereka terhadap budaya dan tradisi Indonesia, khususnya dalam konteks seni musik Islam,” katanya.
Bagus menambahkan, Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat.
“Semoga para siswa-siswi melalui kegiatan Al Banjari ini, kedepannya secara khusus, nantinya bisa miliki kemampuan dan talenta dalam memainkannya,” imbuhnya.
Reporter: Sholeh A.Z