Indeks

Puluhan Pesilat yang Bentrok di Gresik Mewek Saat Dijemput Orang Tua

Setelah insiden terlibat bentrok para pendekar silat (pesilat) kemudian diamankan polres Gresik di Jalan Raya Boboh, Gresik, mereka mewek saat dipertemukan dengan orangtuanya.
Setelah insiden terlibat bentrok para pendekar silat (pesilat) kemudian diamankan polres Gresik di Jalan Raya Boboh, Gresik, mereka mewek saat dipertemukan dengan orangtuanya.

Gresik – Setelah insiden terlibat bentrok para pendekar silat (pesilat) kemudian diamankan polres Gresik di Jalan Raya Boboh, Gresik, mereka mewek saat dipertemukan dengan orangtuanya.

Pemandangan itu terjadi usai mereka diberi pengarahan oleh Satreskrim Polres Gresik.

AKP Aldhino Prima Wirdhan Kasat Reskrim Polres Gresik menyebut, para oknum pesilat ini kita amankan sebab dicurigai telah melakukan provokasi untuk melawan petugas kepolisian.

“Sekitar kurang lebih 26 oknum, dicurigai telah melakukan provokasi massa untuk melawan petugas. Ada yang melempar batu, serta melakukan pengrusakan, dan lain lain,” ujar Aldhino pada, Minggu (22/7/2023).

Menurutnya, 26 oknum pesilat ini dipulangkan dengan konsekuensi tidak mengulang perkara yang sama, dan akan terus diawasi pergerakannya.

“Konsekuensi bila yang bersangkutan nantinya bertindak melawan hukum dengan mengulang tindakan yang sama, akan kami tindak tegas dan tidak diberi akses mengurus SKCK seumur hidup,” jelasnya.

Aldhino mengungkapkan, Polres Gresik akan berusaha menekan segala perilaku yang mengganggu ketertiban masyarakat, dengan adil tak memandang latar belakang organisasi apa yang diikuti mereka.

“Yang kami lihat adalah perbuatannya, bukan semata-mata karena ikut ke dalam organisasi atau lain sebagainya. Kami sudah melayangkan surat resmi ke semua lembaga ataupun instansi yang menaungi ke 26 oknum pesilat ini untuk ikut melakukan pemantauan,” papar dia.

Sementara Nia (39), orangtua salah satu oknum pesilat itu mengaku menyesal dan tidak memperbolehkan anaknya untuk terjerumus lagi di pergaulan pesilat yang membuat onar.

“Ya dilarang, tidak ikut-ikutan gini lagi, sudah dilepas saja. Takut masa depan anak saya ketika tidak bisa mengurus SKCK,” ungkapnya sambil menyahut pelukan dari anaknya.

Exit mobile version