Bangkalan – Ada banyak tradisi di tengah masyarakat muslim Indonesia dalam rangka menyambut Ramadhan, salah satunya ziarah kubur yang saat ini telah dilakukan rutinan tiap tahun oleh “Majelis Taklim Bidzikrillah” Yang dilaksanakan pada malam ke-23 bulan Ramadhan. Kamis (13/04/2023)
Menurut buku Jejak para Wali dan ziarah spiritual karya Purwadi, kata ziarah diserap dari bahasa Arab “ziyarah” yang secara harfiah artinya kunjungan, baik kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal
Adapun, secara teknis kata ini menunjuk pada serangkaian aktivitas mengunjungi makam tertentu, seperti makam nabi, sahabat, wali, pahlawan, orang tua, kerabat, dan lain-lain
Gus Igham, Beliau selaku pengasuh Yayasan Majelis Taklim Bidzikrillah dan Perguruan Sabdo Langit 99 mengatakan,” Tujuan di adakan maleman ini adalah untuk mengharap Ridho dari Allah untuk menghormati malam Lailatul Qodar dan mendekatkan diri kepada Allah lewat wasilah ke para Waliyullah sebagaimana anjuran dari baginda Nabi Muhammad SAW, menghidupkan malam 10 terakhir di bulan ramadhan, ibarat seseorang itu lemah iman, lemah signal ketuhanan seharusnya dekat dekat Tower yg sudah di siapkan di muka bumi ini [waliyullah]
“Semahal apapun handphone yg di miliki tapi signal nya tidak ada pasti akan terputus komunikasi penting dengan orang lain yg di tuju sebaliknya atau semurah apapun handphone yg di miliki jika signal nya kuat maka nyaman untuk komunikasi dengan orang yg di tuju, makanya maleman ini memperkuat signal atas sebuah komunikasi [signal ketuhanan],” Ucap Gus Igham kepada awakmedia ini
Lanjut,” Dan ziarah maleman ini juga menjadi ladang dakwah ukhwah bagi segenap jamaah untuk saling bersiturrahim berkumpul dalam naungan majelis taklim Bidzikrillah, kebetulan untuk yang ikut dalam acara ini kami menyediakan dua (2) armada bus pariwisata dengan jumlah 91 jama’ah, dan kebetulan ini bukan jama’ah dari Kwanyar saja juga hadir dari Sampang, Sidoarjo, Surabaya, Bangkalan dan sebagian ada yg dari Pamekasan.
Menurut Gus Igham, untuk rute yang akan kami tempuh atau makam yang akan diziarahi Waliyullah Ibrahim Asmoroqondi (kakek sunan ampel) Tuban, Syech Basyari Bejagung Tuban, Sunan Bonang R. Maqdum Ibrahim Tuban, Sunan Derajat R. Qosim, Maulana Ishaq, dan Makam Panjang
Anjuran dari nabi Muhammad untuk menghidupkan malam 10 terahir di bulan ramadhan yaitu, carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, (HR Al Bukhari No. 1878)
“Terakhir kebetulan malem ini tepat pada malam 23 di bulan Ramadhan sama dengan rutinan kita sudah berjalan selama 23 tahun, dan insyaallah pada malem 25 bulan ramadhan kami ziarah ke makam Sunan Cendana Cucu dari Sunan Derajat yg ada di Kwanyar, Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur,” Pungkasnya
Reporter : Ibad
Editor : Jamaluddin
