Hal tersebut menjadi urgensi bersama untuk menciptakan talenta talenta masa depan Indonesia, agar Ketika mereka memasuki dunia kerja di era digital siap dengan keahlian digital mandiri mereka.
“Talenta Digipreneur talent scouting dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan serta praktik bisnis, sehingga langsung siap menghadapi pasar dan dunia kerja,” ujar Meithiana.
Konfrensi internasional tersebut juga dihadiri secara online 7 invited speaker diantaranya Prof. Dr. Aman Agarwal dari Indian Institute of Finance, Dr. Muhammet Erbay dari Selcuk University, Turkey, Dr. Carolina D. Ditan dari Jose Rizal University Philipines, Dr. Mujtaba M. Momin dari American University of Middle-East, Kuwait, Dr. Ifit Novitasari dari Universitas Islam Malang (yang juga alumni Stikosa-AWS), Dr. Eko Pamuji,M.I.Kom Kaprodi Stikosa-AWS.
Ketua panitia pelaksana ICMC ke-3 Dr. Dwi Prasetyo mengatakan, peserta yang mengikuti ICMC 2023 tersebut, terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, untuk mempresentasikan artikel karya ilmiahnya.
“Meski pandemi Covid-19 sudah berahir, Stikosa-AWS tetap bersemangat untuk terus membuat konferensi internasional secara online melalui Zoom. Karena banyak kampus dari dalam dan luar negeri yang tertarik untuk mengikuti sebagai peserta,” ujar Dwi Prasetyo.
Para peserta ICMC memperoleh e-sertificate internasional dan publikasi artikel karya ilmiah dalam jurnal yang terakreditasi SINTA (Science and Technology Index). * dmpr
