Eri menambahkan karena Perpres No 125 tahun 2022, ada 11 Komoditi yang harus didiamkan di pasar induk dan disediakan agar tetap ada.
“Jadi kalau semua kebutuhan tersedia di pasar induk, nantinya tidak akan hilang dipasaran atau harganya naik. Kerana harga sudah ditetapkan, ketika ada barang kebutuhan naik secara otomatis saya bisa intervensi di pasar induk ini,” imbuhnya.
Diketahui, Pasar Induk Surabaya Sidotopo konsepnya akan dijadikan menjadi pasar tradisional yang modern, apalagi fasilitas pendukungnya akan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli sehingga mendukung selama proses transaksi.
“Kami mohon semua pihak dan elemen masyarakat Kota Surabaya untuk mendukung dan memanfaatkan pasar induk ini, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Surabaya secara menyeluruh,” ungkapnya.
Reporter: Rohman
Â
