Bangkalan – Perjuangan pasutri Rasyid dan Aniri, asal Desa Dabung, Kecamatan Geger, Bangkalan bisa jadi inspirasi. Ia usaha saat ini menjadi suplier di pabrik lautan stail Indonesia berangkat haji tahun ini. Sedikit demi sedikit pendapatan dari usaha mereka tabung
Sosok pria paruh baya berpeci hitam tampak sabar menekuni usahanya yang dijalani saat ini mulai usaha buka lapak dan kini menjadi suplier di LSI
Ya, itulah Rosyid panggilan akrabnya. Warga Desa Dabung, Kecamatan Geger terlihat sumringah lantaran tahun ini segera berangkat ke Tanah Suci
Rosyid sudah usaha lapak sejak tahun 2010 silam. Terhitung sekarang sudah 10 tahun lebih, hingga menjadi usaha pabrik suplier, Ia bersama istrinya Aniri dengan sabar menekuni usahanya ini. Uang hasil penjualan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian mereka tabung untuk berangkat haji. ”Saya mulai nabung haji sejak tahun 2010 pendapatan pertama saya Rp 2juta,” ujarnya
Sejak awal, Rosyid tak pernah ragu darimana mendapatkan uang untuk melunasi ongkos ibadah haji dengan pendapatan hasil usahanya. Menurutnya, semua pasti ada jalan ketika ada usaha. ”Termasuk haji ini, saya pasrahkan semua pada Allah SWT. ” jelasnya
Jika dipikir-pikir, memang pendapatannya kala itu masih kurang jika untuk melunasi ongkos haji. Satu bulan Rosyid mendapatkan omzet rata-rata Rp 2-3 juta. Namun pendapatan itu belum dikurangi untuk keperluan hidup sehari hari dan biaya pendidikan anak. ”Itu belum bersih. Masih hitungan kotor dari usahanya itu” tambahnya
Namun siapa sangka, baru setahun setelah dia mendaftar haji, pendapatannya bertambah bahkan naik berlipat-lipat. Ia tak menyangka dan merasa sangat bersyukur. ”Percaya tidak percaya, usaha saya tiba-tiba lancar. Bahkan, dalam waktu setahun lima bulan., saya bisa melunasi setoran awal BPIH sebesar Rp 50 juta
Setelah itu, akhirnya Rosyid dan istrinya mendapatkan nomor porsi untuk keberangkatan tahun 2022. ”Kemudian mendapatkan nomor porsi,” jelas dia
Rosyid juga berhasil melunasi BPIH Rp 25 juta untuk 2 orang pada 2020 lalu. Tahun ini, pasutri asal Desa Dabung ini direncanakan berangkat pada kloter 22 ”Insya Allah tahun ini berangkat,” pungkasnya
Reporter : UMR
