Indeks
News  

Jelang Puasa, Polda Jatim Buldozer Belasan Ribu Botol Miras dan Blender Sabu Ekstasi

Surabaya – Jelang Puasa Ramadhan 1443 Hijriyah, Polda Jatim musnahkan belasan ribu botol minuman keras (miras) serta barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi.

Belasan ribu botol miras tersebut, dihancurkan petugas dengan cara dilindas dengan menggunakan buldozer didepan Gedung Mahameru Mapolda Jawa Jatim.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, hari ini kita memusnahkan barang bukti Narkoba dari hasil penangkapan selama bulan Januari, sampai dengan Maret 2022.

Kata dia, dari 1.747 kasus dengan mengamankan 2.150 orang tersangka.

“Total dari pengungkapan Ditresnarkoba Polda Jatim, maupun dari Polres jajaran berhasil pengungkap berupa, 18 Kilogram ganja, 116 kilogram Sabu, 3.382 pil ekstasi, 3.117 psikotropika, 4 juta pil koplo yang kita sita, 10 gram tembakau Gorila, dan 39.817 botol minuman keras miras, yang kita musnahkan” tandas Nico Kapolda Jatim.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menegaskan, Ini tentunya bisa buat gambaran untuk masyarakat, memang angka penyalahgunaan narkoba masih ada, sehingga kita perlu bersama untuk melakukan penanggulangan. Mulai dari edukasi bersama, penegakkan hukum, dan koordinasi dengan stakeholder terkait.

“Tentunya kami bersama dengan Polres jajaran Polda Jatim, akan melakukan koordinasi dan komunikasi, kita memetakan jaringan-jaringan yang ada dan kedepannya kita bisa melakukan Pengungkapan terhadap semua jaringan yang ada di wilayah Jatim” ungkap Kapolda Jatim, pada Kamis (31/03/2022).

Dikatakannya, Kapolda Jatim, Untuk kedepannya kita akan tetap melakukan pemetaan kepada para pelaku peredaran gelap narkoba, khususnya untuk para pengguna kita juga melakukan upaya restoratif justice, karena yang kita tangkap 3 bulan ini cukup besar jumlahnya, ada tadi sekitar 2.150 orang tersangka.

“Iya tentunya, selama bulan Ramadhan tempat-tempat hiburan seperti Cafe ini kan cukup jelas, aturan dari pemerintah, tidak ada tempat hiburan yang dibuka” kata Nico.

“Tentunya kita akan berkoordinasi dengan alim ulama untuk memperkuat seluruh jajaran dari tokoh-tokoh agama sehingga dapat melakukan pencegahan. Hal ini kita lakukan dengan membuka saluran informasi. Jika ada informasi maka kami akan tindaklanjuti,” pungkasnya.

(Sul/Sul) 

Exit mobile version