Mojokerto – Berbagai macam cara untuk mendapatkan uang salah satunya, Oknum Bidan berinisial (I,S) kota Mojokerto Jawa Timur. yang saat ini membuka praktik di Jalan Griya Perum Meri Kota Mojokerto, pada Jum’at (24/9/2021).
Perlu diketahui, kabar terakhir kalinya pada 2020 Lalu, Bidan I,S ini sedang tersandung masalah perihal diduga melakukan praktik Aborsi terhadap pasien yang kebanyakan seorang wanita muda yang terlanjur hamil dan ingin menggugurkan kandungannya.
Lantas guna mendapatkan informasi kebenaran atas informasi yang beredar, awak media melakukan penelusuran dengan mendatangi tempat tersebut, dimana oknum Bidan I,S membuka praktik.
Ternyata selang beberapa jam Bidan I,S masih membuka tempat prakteknya, dan ada dua wanita datang ke praktek Bidan I,S tersebut.
Lalu dengan santainya kedua pasien wanita tersebut masuk kedalam ruangan dimana Bidan I,S melayani pasiennya.
Namun dalam ini ada sedikit perbedaan pelayanan yang diberikan Bidan I,S kepada dua pasien wanita. Pasalnya salah satu pasien ini langsung menutup pintu bahkan menguncinya dari dalam agar orang lain tidak bisa masuk.
Tidak hanya disitu saja, pasien tersebut juga nampak sedikit kebingungan pasca menutup pintu dan menutup rapat tirai dinding kaca yang berada di ruangan tersebut.
Lantas guna mendapatkan kebenaran informasi yang beredar, perwakilan awak media yang melakukan penelusuran mengetuk pintu yang dikunci rapat oleh pasien, guna meminta izin untuk bertemu dengan Bidan I,S.
Lalu dengan langkah terburu-buru, Bidan I,S keluar dari pintu samping yang merupakan tempatnya ia membuka praktik untuk menemui perwakilan media.
Dalam penyampaiannya, Bidan I,S tersebut, ia menyapa dengan ramah atas kedatangan kami, namun dirinya juga sedikit gugup, entah itu karena adanya kami datang atau sedang urgent menangani pasien.
“Iya mas, ada apa dan apa yang ingin disampaikan,” tuturnya I,S.
Namun melihat situasi saat itu ada yang datang lagi pasien yang ingin melakukan persalinan, rekan media mengurungkan niatnya untuk melakukan wawancara indepht (mendalam.red) terhadap I,S.
“Njih Bu salam kenal, kami dari rekan media Surabaya, sebenarnya ada yang ingin kami sampaikan dan pertanyakan sama Ibu, namun saat ini ada pasien yang lebih utama mau melahirkan dan itu harus tangani lebih dahulu karena pasien adalah yang utama, biarlah kami lain waktu aja njih,” kata salah satu rekan media yang mengurungkan pertanyaan.
Namun disini Bidan I,S rupanya sudah paham dengan kedatangan rekan media di tempat prakteknya, dirinya meminta maaf sebelumnya karena tidak mau menjawab pertanyaan yang nantinya akan dilontarkan kepada dirinya.
“Saya minta maaf sebelumnya, masalah tersebut sudah saya limpahan ke kuasa hukum. Oleh karena itu saya tidak diperbolehkan berbicara banyak, apalagi sekarang sudah dalam tahap penyidikan,” jelas Bidan I,S dengan nada sedikit lirih.
Guna tidak mau mengganggu jalanya proses persalinan pasien yang baru datang, rekan media undur diri dari rumah praktik Bidan I,S.
Bahkan kepergian kami diiringi dengan kata yang sedikit meminta kepada kami agar diberi berita yang baik saja.
“Njih mas Monggo mohon maaf lho ya, sedikit tegang ini, semoga beritanya baik,” terang Bidan I,S.
Tentu dalam hal pemberitaan ini, pihak Dinas Kesehatan mendengar dan mengetahui hal ini, agar lebih memperhatikan kinerja Bidan I,S
“Sampai berita ini diturunkan, kami masih mengkonfirmasi pihak – pihak Terkait,” pungkasnya.
(sul/sul)
