Bangkalan, Harianradar.com – Lajnah Pengajaran al-Quran (LPQ) dan Jamíyah Quro’ wal Hulfadz (JQH) Pondok Pesantren Nurul Cholil kembali melanjutkan agenda tahunan setelah minggu lalu mengadakan Simaán Kubro dalam rangka menyambut tahun baru Islam. Halaqah merupakan agenda tahunan PPNC yang dilakukan setelah pelaksanaan Simaán Kubro, setiap bulan Muharram.
Halaqah adalah sebuah sistem pengkaderan atau seminar yang terstruktur dan berkelanjutan, yang terdiri dari beberapa orang anggota dan dibimbing oleh seorang murabbi. Dengan tema Penataran Calon Guru Pengajar Tartila, halaqah yang diadakan oleh PPNC adalah pengkaderan bagi calon pengajar yang tahun depan akan menjadi pengajar bagi Taman Pendidikan al-Qurán PPNC, sebanyak 160 peserta yang mengikuti halaqah pada kesempatan tahun ajaran 1442-1443 H.
“Halaqah pada tahun ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun ini kita masih dalam masa-masa pandemi dan masih dengan berlakunya PPKM dari pemerintah, oleh karena itu yang biasanya Halaqah disini panitianya mendatangkan tutor dari PWNU Jatim, untuk sekarang kita memanfaatkan tutor lokal dari Pondok Pesantren Nurul Cholil yakni dari Astidz senior yang tergabung dalam Lembaga MAJELIS MU’ALLIM PP. Nurul Cholil”. Ungkap Ust. Khoirul Umam, ketua panitia.
Umam juga menyebutkan adanya pelaksanaan halaqah ini sebagai bekal bagi mereka siswa kelas II tsanawiyah, calon guru pengajar TPQ dengan metode pengajarannya yang memakai buku Tartila.
Acara halaqah ini dimulai dari jam 10:00 WIB sampai 14:00 di aula uatama PPNC, sebelum acara halaqah dimulai KH. Ahmad Faqoth Zubair terlebih dulu melantik Majelis Mu’allim PPNC, dan hadir pula KH. Hasyim Zubair dan para Asatid Senior.
Tidak sampai disitu, panitia yang terdiri dari JQH dan LPQ masih akan mengadakan acara Malam Lailatul Mawaddaáh pada malam harinya, akan kami singgung diberita selanjutnya.
Reporter : UMR
