Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah, Pungurus Cabang Muhammadiyah (PCM) memeriahkan gelaran Turnamen Futsal PCA/PCM Cup. Bukan sekadar ajang perebutan juara, turnamen ini menjadi panggung silaturahmi, penguat ukhuwah, sekaligus pembuktian sinergi antar-pengurus di atas lapangan hijau.
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan berlangsung sengit namun tetap sarat akan nilai-nilai sportivitas khas kader persyarikatan. Dengan kerja sama tim yang solid dan semangat pantang menyerah, tim futsal sukses menunjukkan performa terbaik mereka di setiap laga.
Perjuangan luar biasa tersebut berbuah manis. Tim PCM Bubutan, Surabaya sukses keluar sebagai Juara 2 dalam turnamen bergengsi ini. Trofi kemenangan dan piagam penghargaan diserahkan langsung dan diterima dengan bangga oleh kapten tim Sahendra (Sekertaris PRM Bubutan).
Tim PCM Bubutan diperkuat oleh Yudhi Priyo Utomo, S.Sos., MM., yang juga selaku Lurah Tembok Dukuh, kehadiran beliau menjadi simbol kuatnya sinergi antara umara (pemerintah) dan persyarikatan dalam menggerakkan kegiatan positif. Menurutnya, Tim ini bukan sekadar kumpulan pemain biasa. Mereka adalah barisan pengurus dan anggota PCM Bubutan. Sebuah skuad unik yang diperkuat oleh para pria yang rata-rata telah melewati usia 40 tahun. Di usia kepala empat, saat kebanyakan orang memilih menghabiskan akhir pekan dengan bersantai di depan televisi, para “punggawa senior” PCM Bubutan ini justru memilih mengikat erat tali sepatu olahraga. Mereka menolak tunduk pada stigma bahwa usia adalah pembatas fisik.
“Justru di usia seperti ini, bergerak adalah kunci. Sambil berdakwah, kami juga menjaga kebugaran. Kemenangan ini adalah bonus. Yang paling utama adalah bagaimana kita meneladani semangat perjuangan Muhammadiyah lewat kebersamaan, menjaga kesehatan fisik yang prima, serta mempererat tali silaturahmi antar-warga dan pengurus,” ujar Yudhi Priyo Utomo perwakilan PCM Bubutan.

Diketahui, Tim PCM Bubutan sukses mengamankan gelar Juara 2 setelah melalui perjuangan sengit di lapangan pertadingan. Sejak peluit pertama dibunyikan, tim yang diperkuat oleh kombinasi pemain berbakat nomor punggung 2, 3, 5, 7, 10, hingga 12 ini menunjukkan performa memukau.
“Dengan strategi matang dan kerja sama yang apik, mereka berhasil meredam serangan lawan sekaligus membangun transisi permainan yang cepat dan dinamis,” ucapnya.
Yudhi menambahkan, Kemenangan ini bukan sekadar tentang skor di papan pertandingan, melainkan bukti nyata dari dedikasi, disiplin, dan sportivitas yang tinggi. Di bawah spanduk Milad Muhammadiyah, piala perak dan papan penghargaan berkilau sebagai saksi bisu dari kerja keras seluruh elemen tim yang berlatih demi mengharumkan nama PCM Bubutan.
“Keberhasilan meraih podium kedua ini disambut penuh rasa syukur dan sukacita. Dengan senyum bangga tim PCM Bubutan ini membuktikan bahwa dengan kebersamaan, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk dilewati. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi lecutan inspirasi bagi seluruh tim untuk terus mengukir prestasi,” tutunya.
Selamat atas pencapaian luar biasa ini! Semoga piala yang diraih menjadi pemantik semangat untuk terus mengabdi, berprestasi, dan menggerakkan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di wilayah PCM Bubutan dan sekitarnya.


















