banner 728x250

FGD HMD-GEMAS Jadi Ruang Evaluasi, Wabup Bangkalan Tekankan Keamanan Pangan dan Mutu Gizi MBG

banner 120x600

PELAKSANAAN program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan terus didorong untuk semakin baik, tidak hanya dari sisi pemenuhan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga menyangkut tata kelola, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), keamanan pangan, serta kualitas gizi.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Wakil Bupati Bangkalan, M. Fauzan Ja’far, saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Himpunan Mitra Dapur (HMD) Gerakan Masyarakat untuk Generasi Emas (Gemas) bersama mitra dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bangkalan.

banner 325x300

Forum tersebut dihadiri Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi Jawa Timur, Kusmiyanti, Satgas SPPG Bangkalan, serta para mitra dan pengelola SPPG.

Fauzan mengapresiasi pelaksanaan FGD tersebut sebagai ruang bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaksanaan MBG di Bangkalan semakin tertata dan mampu memberikan manfaat sesuai tujuan program.

“Program MBG di Bangkalan sudah tidak boleh lagi ada penerima manfaat yang keracunan. Kendala-kendala yang selama ini dihadapi harus segera dicarikan solusi,” tegas Fauzan.

Ia juga menekankan pentingnya seluruh pengelola SPPG menjalankan SOP secara konsisten. Mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat harus mendapatkan perhatian serius.

Selain keamanan pangan, kualitas dan kandungan gizi makanan juga harus menjadi perhatian utama. Sebab, program MBG tidak sekadar memastikan makanan tersedia, tetapi diharapkan benar-benar memberikan asupan bergizi yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Yang paling penting adalah bagaimana makanan yang diberikan benar-benar aman dan memenuhi standar gizi. SOP harus dijalankan, sehingga setiap prosesnya dapat dikontrol dengan baik,” ujarnya.

Ketua HMD-GEMAS menyampaikan bahwa FGD tersebut menjadi bagian dari upaya melakukan evaluasi dan pembenahan bersama terhadap pelaksanaan MBG di Bangkalan.

Menurutnya, forum ini menjadi kegiatan pertama di Jawa Timur yang secara khusus mempertemukan unsur mitra dapur dan SPPG untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari standardisasi, SOP, pemenuhan gizi hingga keamanan pangan.

Dengan adanya forum tersebut, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan tata kelola dapur SPPG.

Perwakilan KPPG Jawa Timur juga memberikan penjelasan mengenai SOP yang wajib diterapkan dalam pengelolaan SPPG. Penjelasan tersebut menjadi penting agar setiap mitra memiliki pemahaman yang sama mengenai standar pengelolaan makanan dan pelayanan kepada penerima manfaat.

Salah seorang pengelola dapur yang mengikuti forum tersebut menilai evaluasi diperlukan agar setiap persoalan dapat segera diperbaiki dan tidak kembali terjadi.

“Evaluasi ini penting supaya apa yang menjadi kendala bisa segera diperbaiki. Harapannya ke depan pelaksanaan MBG semakin baik dan persoalan yang sama tidak terulang,” ungkapnya.

Di Kabupaten Bangkalan tercatat sekitar 131 mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Sebagian mitra bahkan mengelola lebih dari satu dapur SPPG. Namun, tidak seluruh mitra dapat hadir dalam forum tersebut.

Sekretaris HMD-GEMAS sekaligus mitra SPPG, Subaidi, menegaskan bahwa aspek gizi harus menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan MBG.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari dampak makanan tersebut terhadap kualitas tumbuh kembang anak.

“Harapannya dengan MBG ini dampaknya bermanfaat bagi penerima manfaat agar pertumbuhannya baik, kecerdasannya meningkat, karena asupan vitaminnya baik. Jadi itu harus dijaga,” katanya.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan pangan. Dengan demikian, setiap makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Melalui FGD tersebut, HMD-GEMAS bersama mitra dapur dan SPPG diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta menyamakan pemahaman mengenai standar pengelolaan MBG.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga mendorong agar evaluasi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi ditindaklanjuti melalui pembenahan di masing-masing dapur SPPG.

Dengan tata kelola yang semakin baik, penerapan SOP yang konsisten, serta perhatian terhadap keamanan pangan dan kualitas gizi, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *