Surabaya – Pembangunan saluran 30/40 dengan cover dan jalan paving baru 2 m, Jalan Dukuh Kapasan GG Srikandi RT 03 & 04 RW 02, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep Surabaya, perlu di evaluasi. Proyek yang di kerjakan oleh Pokmas Sambikerep Sejahtera, terlihat amburadul.
Biaya proyek tersebut, senilai Rp91.924.940,00 dan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, indikasi mubazir, tidak efektif.
Ditemukan di lokasi, kesalahan fatal dalam pembangunan saluran U-ditch tersebut, kerusakan struktur beton dinding pembatas beton mengalami pecah dan jebol. Hal ini di perparah dengan besi tulangan yang mencuat keluar dan berkarat.
Menurut Nawir, Aktivis LSM Taruna Abadi Yustisia Nusantara (TAYN), terlihat kasat mata air selokan tidak mengalir ke crossing jalan raya karena salah elevasi akibat perbedaan ketinggian atau terlalu tinggi. Rongga saluran menjadi sangat sempit dan tersumbat oleh tanah serta puing, yang berisiko memicu banjir di kemudian waktu.
“Aliran air selokan tidak melewati bagian dalam u-ditch, melainkan merembes ke bawahnya. Masalah ini dipicu oleh kesalahan elevasi pemasangan karena mengabaikan proses penimbangan dan penarikan benang penentu kelurusan.”ucap Nawir, ke harianradar, Selasa (28/07/2026).
Nawir menambahkan, dikarenakan metode penyambungan Asal-asalan, Sambungan antar-beton tampak hancur, patah, dan menganga tanpa adanya nat semen yang berfungsi mencegah kebocoran air ke tanah sekitar.
“Apalagi pengerjaan tidak rapi atau mengabaikan keselamatan tanpa ada rambu-rambu di area U-ditc yang belum tertutup cover. Apa nunggu korban atau warga terperosok baru di tindak?,” tegasnya.

Pemasangan saluran U-ditch yang berbelok dapat menghambat kecepatan aliran air, menurunkan kapasitas debit, dan memicu penumpukan endapan sedimen atau sampah di sudut belokan. Hal ini meningkatkan risiko penyumbatan dan luapan air saat hujan deras.
“Idealnya, belokan saluran drainase dibuat melengkung landai menggunakan komponen sudut khusus agar aliran air tetap lancar,” katanya.
Menurut salah satu warga setempat, proyek yang dikerjakan oleh Pokmas Sambikerep Sejahtera ini terpantau mandek dan tidak terlihat ada aktivitas pekerja sama sekali sejak Kamis (23/7) hingga Senin (27/7).
“Warga mulai mempertanyakan kelanjutan proyek Pokmas Sambikerep Sejahtera, lantaran area lokasi terpantau sepi tanpa kegiatan pengerjaan selama lima hari berturut-turut, terhitung sejak Kamis lalu,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Lurah Sambikerep, Puput Pujiastuti, merespons kekhawatiran terkait amburadulnya Proyek Pokmas Sambikerep Sejahtera. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia mengatakan, ‘Terima kasih pak atas saran dan kritiknya kita akan mengevaluasi pekerjaannya,’ ujarnya singkat.”
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Camat Sambikerep, Yongky Kuspriyanto, memilih bungkam, mencerminkan sikap menghindar.
Hingga berita ini tayang, pengerjaan proyek masih jalan di tempat. Upaya konfirmasi kepada Kelurahan Sambikerep dan Pokmas Sambikerep Sejahtera masih terus dilakukan oleh harianradar.com.





