SURABAYA – Duka mendalam datang dari keluarga besar pengacara Muhammad Sholeh yang akrab disapa Cak Sholeh. Cak Sholeh meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) pagi.
Pria kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1976 ini dikenal luas dengan slogan “No Viral No Justice” yang melekat melalui aktivitasnya di ruang publik.
Sepak terjang Sholeh di dunia advokasi sejalan dengan rekam jejaknya sebagai aktivis yang lahir dari gerakan mahasiswa dan prodemokrasi akhir 1990-an.
Sholeh berbeda dengan banyak pengacara yang lebih sering berkecimpung dalam perkara pidana atau perdata. Ia memilih jalur litigasi konstitusi untuk menguji norma undang-undang yang dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Advokat ini banyak menangani perkara-perkara konstitusi melalui mekanisme judicial review di Mahkamah Konstitusi.
Bukan hanya itu, Sholeh di mata masyarakat bukan sekadar pengacara biasa. Ia dikenal karena sepak terjangnya yang kerap menyuarakan ketidakadilan yang dialami warga, terutama ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki kekuasaan.
Sikap vokal dan keberaniannya menjadi ciri khas dalam menangani perkara publik. Sosoknya semakin dikenal di media sosial dengan frasa “No Viral No Justice” yang selalu digaungkan sebagai bentuk kritik sekaligus sindiran terhadap fenomena penegakan hukum yang sering kali baru mendapat atensi setelah sebuah kasus viral.
Selamat jalan, Cak Sholeh. Kenangan indah akan selalu terukir. Engkau telah pergi meninggalkan duka yang mendalam, tetapi perjuanganmu akan selalu abadi. Semoga engkau menemukan kedamaian di alam sana, diampuni segala dosamu, serta diterima di surga-Nya.
