Bangkalan – Pekerjaan proyek di ruas Jalan Tangkel Bangkalan Madura menimbulkan kemacetan panjang hingga menjadi sorotan publik. Selain penyempitan badan jalan akibat pekerjaan, sejumlah pekerja juga diduga tidak abaikan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana mestinya saat berada di area proyek.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas tersendat karena sebagian badan jalan digunakan untuk pekerjaan proyek.
Kondisi tersebut membuat kendaraan mengular, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
Selain kemacetan, perhatian warga juga tertuju pada aspek keselamatan kerja. Beberapa pekerja terlihat diduga tidak mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm proyek maupun rompi reflektif. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi risiko kecelakaan kerja.
Salah satu pengguna jalan yang tidak bisa di sebut namanya mengatakan, situasi ini tidak hanya berisiko tinggi bagi keselamatan fisik pekerja, tetapi juga membahayakan pengguna jalan akibat kurangnya rambu pengaman di area konstruksi.
“Situasi berisiko tinggi yang melanggar prosedur Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) bukan hanya mengancam nyawa, tetapi juga dapat memicu kerugian operasional masif, sanksi hukum, hingga kerusakan reputasi permanen,” katanya, Rabu (01/07/2026)
Mengabaikan bahaya tersebut biasanya berakar dari pelatihan yang tidak memadai atau tekanan waktu dan kurangnya edukasi membuat pekerja tidak mengenali risiko tersembunyi, atau tidak terbiasa menggunakan APD dan salah prosedur.
“Penyebabnya pekerja sering mengorbankan protokol keselamatan demi mengejar tenggat waktu produksi atau menghindari sanksi dari manajemen,” ujarnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, dinas terkait, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran spesifikasi tersebut.
