Surabaya – Mendekati lebaran Idul Fitri 1444 H / 2023 pedagang jasa penukaran uang yang menawarkan uang rupiah baru mulai ramai di Jalan-jalan. Uang pecahan yang ditawarkan mulai Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 10 ribu paling banyak dicari oleh warga untuk salam tempel lebaran.
Untuk warga yang menukarkan akan dikenai biaya 10 persen dari total uang yang ditukar atau biaya jasa per Rp 100 ribu Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Apalagi uang kertas edisi 2023 bergambar baru dan berbentuk lebih kecil dari uang kertas sebelumnya.
“Karena memberikan uang kepada sanak saudara merupakan salah satu tradisi yang lekat dengan perayaan Lebaran, Sering kali, momen tersebut uang yang diberikan merupakan uang kertas yang baru dan berkondisi bagus,” kata Hasim salah satu pedagang jasa penukaran uang di Jalan Rungkut Industri kepada awakmedia, Kamis (19/04/2023) siang.
Tak heran bila jasa penukaran uang baru kerap menjamur jelang Lebaran, pedagang yang menawarkan jasa penukaran uang baru biasanya menunggu di pinggir jalan sambil membawa gepokan-gepokan uang kertas baru.
Hasim menuturkan, mungkin bagi sebagian orang, menggunakan jasa penukaran uang baru di pinggir jalan mungkin terasa lebih praktis dibandingkan harus mengantre di bank. Walaupun BI ajak warga Surabaya tukar uang baru di lokasi resmi, Namun warga tetap memilih melakukan penukaran uang di jasa pinggir jalan.
“Ya, Alhamdulillah kalau hasil dari jual uang baru ini memang menjanjikan. Sebulan kalau pas rezekinya bagus, bisa dapat puluhan juta bisa buat lebaran dan beli sepeda motor baru,” tuturnya.
Menurutnya, keuntungan makin besar di hari-hari mendekati Lebaran, Biasanya hitungan jasa tukar uang sudah tidak lagi 10 persen, melainkan bisa sampai 20-25 persen. Itu pun orang-orang yang menggunakan jasa penukaran ini sampai rebutan.
“Tukar uang baru di jasa penukaran uang keamanannya pasti dijamin. Semua uang dipastikan asli dan hitungannya pas. Pembeli dipersilahkan mengecek atau menghitung uang di depannya. Bahkan, kami jual gini sudah mulai tahun 2006 dan gak berani kami tipu-tipu. Kalau kami yang kena tipu pernah, pengalaman kami dapat uang palsu dari pembeli dan terkadang ada orang yang meminta nomor telepon kami berikan,” imbuhnya.
Reporter: Jhon
