Surabaya – Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah menyelesaikan Operasi Zebra Semeru 2022 yang selama 14 hari dimulai sejak tanggal 03 sampai dengan 16 Oktober 2022.
Hasilnya dinyatakan untuk jumlah data konvensional sampai dengan terakhir, sebanyak 60,150 berupa teguran secara simpatik kepada para pengendara.
Dalam operasi zebra ini, angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dan pelanggaran di tahun 2022, mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2021 lalu, bahkan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terbaik se Polda Jatim, dari fatalitas angka kecelakaan.
Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Eko Adi Wibowo saat ditemui wartawan, pada Rabu (18/10/2022) mengatakan, kalau angka laka dan pelanggaran tahun ini, mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan tahun 2021 lalu.
“Untuk laka sendiri lanjutnya, tahun lalu terdapat beberapa korban hingga meninggal dunia. Namun sampai detik ini, Alhamdulillah belum ada laka sampai meninggal cuma luka-laka saja,” jelas Eko.
Selanjutnya untuk pelanggaran sendiri, dalam operasi zebra tahun 2022 berjumlah 600 pelanggaran. “Ini merupakan data terakhir dalam operasi Zebra, yang sudah dilaksanakan dari tanggal 03 hingga 16 lalu,” katanya.
Untuk pelanggaran sendiri, di dominan pengendara roda dua sebanyak 498 sepada motor dan roda 4. Dengan pelanggaran seperti melawan arus serta tidak menggunakan helm.
Menurunnya angka laka dan pelanggaran terhadap sejumlah pengendara, ini membuktikan kesadaran para pengguna jalan semakin tinggi dan patuh serta taat pada aturan lalu lintas.
“Kita sangat syukuri, kesadaran pengguna jalan semakin patuh pada aturan, dan kita harapkan kedepannya angka laka dan pelanggaran terus mengalami penurunan,” pungkasnya.
