Indeks

Amir Pria Tuban Dari Jual Semangka Banting Setir Jadi Perajin Layangan Naga

Foto: Pembuatan Layangan Naga

Sementara terkait bahan dasar layangan yang dibuatnya, untuk rangka ia menggunakan bambu. Lalu untuk pewarnaan dan bentukan layang dibuat beragam.

“Kain yang saya gunakan seperti kain parasit. Sehingga jika digunakan pada saat hujan juga tidak masalah dan tetap bisa terbang,” jelasnya.

Amir semakin mantap untuk menjadi pengrajin layangan naga. Bahkan, saat musim hujan pun ia tetap saja memproduksi layangan naga. Wajar saja. Sebab, saat ini pengahsilan hanya bertumpu pada layang-layang naga. itu.

“Saya akan terus fokus buat layang-layang naga ini,” tuturnya.

Untuk proses pembuatan satu layangan naga memakan waktu antara dua minggu hingga satu bulan. Tergantung tingkat kesulitannya. Untuk harganya sendiri, Amir mematok jutaan rupiah tergantung tingkat kesulitannya dan ukuran panjang ekor atau pendukung kepala naga bernilai tinggi membuat harga layangan naga itu mencapai jutaan rupiah.

Kini, layang-layang naga karya Amir sudah banyak mendapat pesanan. Termasuk dari luar daerah dan mayoritas dari dalam kota sendiri.

Dalam hal penjualan ia dibantu oleh istri, baik melalui media sosial ataupun dari mulut ke mulut. Terlepas laku tidaknya, ia tak terlalu memikirkannya. Sebab membuat layangan naga, menurutnya adalah bagian dari pekerjaan seni. Tak heran, terkadang hanya duduk terdiam sambil melihat karyanya itu.

“Saya percaya dengan menjadi pengrajin layangan naga dan keringat yang saban hari keluar demi menafkahi dan mencukupi kebutuhan keluarga, maka pasti ada saja jalan dari Tuhan Yang Maha Esa, banyak orang yang pesan,” ungkapnya.

Reporter: Moch Ismail

Exit mobile version