Indeks

Ayah Ku Adalah Inspirasi Ku

Surabaya – Nusantara Mahawangsa adalah namaku, saya lahir di kota pahlawan Surabaya pada tanggal 12 Juli 2006.

Dengan berjalanya waktu kini dimasa pandemi Covid-19 aku diterima di suatu sekolah yang memang sudah lama saya impikan sejak masa kecil, yaitu SMA Alhikmah Boarding School Malang.

Dan sebelum masuk SMA Al – Hikmah  Boarding School Malang belajar Online saya mendapatkan tugas untuk membuat proposal hidup dan kisah inspirasi.

Disinilah aku berfikir harus membuat tugas inspiratif, yang menurutku memang sangat penting untuk pembelajaran kehidupan, Akhirnya saya membuat kisah ayah ku adalah inspirasi ku.

Di suatu desa tepencil jauh dari kota, hidup seorang anak yang jauh dari kata cukup apalagi berlebihan, tinggal di sebuah Desa Bukit Lawang Kecamatan Bohorok Kabupaten Langkat – Sumatra Utara.

Lahir tahun 1972 anak ke 2 dari 5 bersaudara, hiduplah sebuah dari keluarga miskin dimana ayah hanya berkerja sebagai Pemulung ibu sebagai Buruh Tani masa-masa sulit telah menempuh mental dan semangat untuk bertahan hidup dengan berbagai upaya dan cara agar bisa tetap bersekolah.

Orang tua perempuan kami pernah berkata “walaupun kita makan hanya nasi dengan garam” kamu harus tetap bersekolah. Kata kata itu tidak pernah kami lupakan sampai saat ini.

Setiap sore aku melihat ayah pulang dengan membawa barang – barang butut atau bekas, hati ini terasa miris dan sedih melihat ayah ku seperti itu.

Ada gelora hati yang sangat kuat di dada yang sesak seakan ingin teriak dan tidak terimah dengan keadaan kondisi keluarga kami.

Sambil menangis aku bertekan harus membuat orang tua saya bangga saat itu aku punya cita cita untuk masuk TNI – AL (tamtama) dengan tekat dan kemauan yang kuat alhmdulilah pada tahun 1992 saya di terima untuk mengikuti pendidikan TNI – AL.

Bukan berarti setelah menjadi prajurit perjalanan hidup dan cita cita telah usai, tapi semua itu masih awal dari mengejar mimpi.

Menjadi seorang prajurit adalah prihatin, jujur dan irit kehidupan tersebut harus di jalani dimana harus membantu adik-adiknya yang bersekolah dan tinggal di rumah dinas dengan segala keterbatasan ekonomi bukan berarti tidak bisa berbagi terutama kepada orang tua namun saat itu selain berdinas aku juga harus tetap kuliah demi mewujudkan cita-cita ku agar bisa membahagiakan orang tua.

Tahun 2006 aku kehilangan ibunda tercinta, hati ini terasa sangat sedih karena saat itu aku sebagai seorang anak belum dapat memberikan yang terbaik buat ibunda tercinta apalagi saat itu aku baru menyelesaikan pendidikan S1 dan mengikuti pendidikan di Ditukba di Kodikal Surabaya.

Hari demi hari seiring dengan berjalanya waktu mimpi dan cita-cita tidak pernah padam semangat ini terus terbakar, terus berkerja keras dan pantang menyerah.

Sekitar tahun 2008 aku pulang ke medan untuk ziarah ke ibunda dan menjenguk ayah di Bahorok kampung halamanku.

Bertapa kami sedih melihat ayah saya yang tinggal di rumah kontrakan yang sangat tidak layak karena adik-adik tidak mau mereka tinggal serumah dengan ibu tiri.

Walau secara ekonomi saya belum begitu cukup dimana Perusahaan yang saya dirikan pada tahun 2006 masih belum apa apa, nama perusahaan itu adalah PT. MAHAWANGSA. perusahaan ini juga saya dirikan tanpa modal hanya dengan NIAT IBADAH karena lillahi kerjaku adalah ibadahku itulah motivasinya.

Satu sisi saat itu di tahun 2008 kami sangat membutuhkan modal usaha di satu sisi juga memikirkan orang tua/kondisi orang tua. Tahun 2010 dengan ketulusan dan keiklhasan semua tabungan kami belikan rumah buat ayahnda dan ibu tiri kami.

Pada hal kami sekeluarga belum memiliki rumah kecuali rumah dinas TNI AL. Alhamdulilah tidak pernah terbayang oleh kami sekeluarga hanya kurang lebih 5 tahun kemudian kami bisa ketanah suci Mekah untuk menjalankan ibadah rukun Islam, dan sangatlah saya rasakan setahun kemudian kami juga bisa memberangkat orangtua dan mertua bersama sama ke tanah suci Mekah.

Itu kisah inspirasi ku, saat ini kami sangat bersyukur memiliki seorang ayah yang luar biasa dan kami dapat belajar dari pengalaman dan perjuangannya.

Ternyata  memang benar segala usaha apapun harus di awali dengan NIAT  dan KERJA KERAS, harus berbakti kepada orang tua kita jangan menunggu kaya atau punya harta dulu baru memberi  kepada mereka  tapi lakukanlah apapun untuk mereka, agar mereka bisa tersenyum bahagia.

Lakukan apapun untuk mereka lagi membutuhkan atau tidak, atau kita tak punya apapun dulukan orang tua  karena kesuksesan mu berawal dari bakti kepada orang tua.

Kisah inspiratif ini dari ayah ku “EDISAH PUTRA, S.H,.M.H,.C.C.P.S” ayah adalah sosok  pekerja keras, pantang menyerah dan sangat displin.

Ada Kata-kata ayah saya yang paling kuanggap sangat penting “Berbaktilah kepada Kedua Orangtua, jangan menzalimi orang dan bersedekahlah” Aku bangga kepada ayahku, aku harus lebih baik dari ayahku dan memberikan yang terbaik, terutama ibuku tercinta.

 

(sul/sul)

Exit mobile version